Sepertinya kalian semua sudah pada sibuk, jarang kumpul dan hanya sebagian saja yang bisa terlihat kabarnya. Kapan kita bisa main lagi seperti dulu?. Kalau kata orang tua, umur kita tergantung silahturahmi kita terhadap orang lain, kalau kita jarang berkunjung atau silahturahmi maka umur kita pun akan semakin pendek. Selama 3 tahun persahabatan dan dua tahunan The Bhatanks berdiri kita semakin lama semakin jauh, tak seperti hari-hari biasanya.
Ingatkah kawan waktu kita kuliah bersama, pulang dari kampus kita selalu bermain futsal didepan kampus yang notabene nya adalah tempat parkir dan jalan raya, kaki pada lecet, urat saraf pada putus, semua kita relakan demi kesenangan semata. Kadangkala musim layangan kita pun juga ikut-ikutan main layangan diatas gedung, sambil sruput kopi dan racun tikus. Kita adu segala layangan yang merasa jagoan, walau layangan kita kalah tetap menyenangkan karena layangan yang kita miliki juga boleh nyolong dari orang lain.
Ketika kita pulang cepat, sambil duduk di gedung suzuki sbelah kampus kita, kartu remi dan domino merupakan pelengkap harian kita saat itu, tak peduli ada peringatan dilarang menginjak gedung orang, kita tetap bermain sambil sruput sianida. Sesekali kami dimanjakan cewek-cewek panti pijat dari arah ruko pijit plus-plus, sambil bawa teropong kita intip mereka menari-nari dan merasa diperhatikan oleh kita. Ngalor ngidul sampai magrib menjelang, beruntung tidak ada diantara kami yang nyawanya dicabut saat itu. Walaupun akhirnya gedung tersebut membuat pagar pembatas agar kita tidak masuk ke atas loteng gedung tersebut.
Kadang kita diajak duel main sepak takraw sama grup denny Idol, kita malas bermain dengan mereka karena denny tak segan-segan bernyanyi “Ter…..larut Aku”….. ah pusing kita mendengarkannya. Pada malam-malam tertentu kita bermain badminton dilapangan rumah Ricky lennon, ah sungguh permainan yang sangat memukau, kapan lagi kita main mainan seperti itu. Apalagi tetangganya ricky cakep-cakep dan masih muda. Inget gak waktu kita main dirumah bange, main karambol sambil garukin bool karena banyak nyamuk, muka kita cemong-cemong akibat permainan tidak senonoh ini.
Masih banyak kenangan kita yang lain, tapi apakah ada yang mengingat sedikitpun. Banyak diantara kita merasa diteman tirikan padahal kita selalu mengingat kalian dimanapun dan kapanpun, kita ini satu seperti mata rantai motor yang saling berpegang erat, bila salah satu lepas maka celakalah tukang ojek itu. Kapan kita main lagi kawan?
DIarsipkan di bawah: Unek-Enek
bikin jadwal pik…….
jadwal sidang?
jadwal maen oncos !
ngapain dijadwalin udah kaya pertandingan futsal aja….